Hari ini, Prodi MD Divisitasi

Senin (17/09), Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung mendapt kunjungan dari assesor BAN PT. Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan akreditasi prodi MD yang telah dilakukan pada lima tahun sebelumnya. Visitasi dilakukan oleh Prof. Dr. Ahmad Rifai (Assesor/UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dan Dr. Hj. Khusnul Khotimah (Assesor/IAIN Purwokerto).

Sebagai informasi, visitasi merupakan proses akhir dari pelaksanaan akreditasi setelah melakukan penyusunan borang, upload borang dan sapto secara online. Visitasi adalah ruang pembuktian berbasis pada data dan dokumen yang mampu menjelaskan proses penyelenggaraan akademik di sebuah universitas.

H. Arif Rahman (47) selaku Ketua Prodi MD mengungkapkan bahwa pelaksanaan visitasi ini menjadi bagian penting yang akan menentukan nasib mahasiswa MD pada lima tahun yang akan datang. "Pada akreditasi sebelumnya, MD memperoleh nilai A dengan memuaskan, kita berharap di tahun ini pun MD memperoleh nilai yang sama. Supaya memberikan kebahagiaan bagi seluruh civitas akademika MD", ungkapnya di sela-sela kesibukan visitasi.

Proses akreditasi prodi MD memakan waktu yang tidak sedikit. Asep Iwan (38), selaku Sekretaris Prodi memaparkan bahwa penyusunan borang akreditasi sudah disiapkan sejak tiga tahun terakhir oleh seluruh tim akreditasi prodi MD. "Kami siap untuk akreditasi, seluruh tim baik dari dosen, tendik (red: tenaga kependidikan) maupun mahasiswa sudah berusaha menyiapkan yang terbaik, semoga sesuai harapan", tegasnya.

Rencananya, visitasi akan dilaksanakan dalam dua hari ke depan. Ahmad Rifai (58) salah seorang tim assesor menegaskan bahwa kegiatan visitasi bukan untuk membuktikan dokumen yang dibuat-buat, melainkan sebagai pengawasan sejauh mana program studi berorientasi pada pelayanan akademik yang optimal. "Tidak usah khawatir dengan visitasi, visitasi hanya bagian kecil saja dari upaya prodi untuk mencerdaskan anak bangsa. Hakikatnya, akreditasi berarti instrospeksi diri, sebab yang diaudit kita (red: jurusan sebagai penyelenggara)", tandasnya.