Dirjen PHU : Sertifikasi untuk Tingkatkan Pelayanan Jemaah

Jumat (25/01/2019), Direktorat Jenderal Pembinaan Haji dan Umroh Kementerian Agama RI bersama Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung selenggarakan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji Mandiri angkatan VII. Bertempat di Gedung Asrama Haji Embarkasi Bekasi Jl. Kemakmuran Kota Bekasi, sertifikasi berlangsung sejak 20 sampai dengan 29 Januari 2019.

Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji Mandiri kali ini terselenggara atas kerjasama dari Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Dirjen PHU Kemeng RI. Adapun peserta pada angkatan VII Mandiri ini terdiri dari KBIH Pimpinan Wilayah Persatuan Islam Jawa Barat dan beberapa KBIH lainnya. Dirjen PHU Kemenag RI, Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan sertifikasi sebagai bagian dari ikhtiar Kemenag untuk mewujudkan kualifikasi pembimbing yang memiliki mentalitas dan karakter yang kuat sehingga dapat melayani jemaah secara optimal.

"Sertifikasi adalah bagian dari amanat pemerintah yang jelas regulasinya dan berorientasi pada pelayanan penyelenggaraan ibadah Haji dan Umroh secara optimal", ujarnya saat membuka rangkaian kegiatan Sertifikasi di Bekasi (Senin, 21/01/2019).

Selain itu, ditambahkan bahwa para pembimbing yang tersertifikasi memiliki prioritas untuk dilibatkan dalam penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya."Ketika nanti saudara telah tersertifikasi, maka sebagaimana aturan yang ada saudara memiliki prioritas untuk dilibatkan dalam penyelenggaraan ibadah haji", tambahnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung, Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag dalam pengarahan program sertifikasi menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepercayaan dari para peserta sertifikasi mandiri dan Kemenag RI dalam menyusun, merumuskan dan melaksanakan kegiatan ini.

"Sertifikasi mandiri ini murni dibiayai oleh peserta, maka ini adalah sebuah kepercayaan kepada FDK UIN Bandung yang ditunjuk sebagai pelaksana dalam penyelenggaraan sertifikasi mandiri ini", ungkapnya.

Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji Mandiri angkatan VII ini diikuti oleh 73 peserta yang sebagian besar berasal dari Pimpinan Wilayah Persatuan Islam Jawa Barat dan beberapa KBIH lainnya di Jawa Barat.

Wakil Ketua I PW Persis Jawa Barat, HM Ridwan mengungkapkan bahwa upaya menangkap gagasan sertifikasi ini sudah dianalisis dengan mendalam, sehingga jamiyyah Persatuan Islam dalam hal ini berupaya menyiapkan para pembimbing yang memiliki karakter, etika, moral dan kualifikasi pengetahuan sebagaimana layaknya pembimbing.

"Jamiyyah Persis (red: PW Persis Jawa Barat) berusaha membentuk pembimbing profesional yang tersertifikasi, sebagai bagian dari upaya membentuk jamiyyah yang paham dan kuat. Sehingga, hal ini dapat mendatangkan potensi kebaikan yang lebih luas", ungkapnya.

Berdasarkan pantauan redaksi, sampai hari keenam pelaksanaan sertifikasi berlangsung lancar. Para peserta mendapat bimbingan dari panitia, assesor,  dan narasumber. Materi sertifikasi terdiri dari beberapa bagian, di antaranya pre test dan wawancara, materi pokok seputar bimbingan haji dan ziarah, karakter dan kompetensi psikologis, serta microguiding yang langsung mempraktekan proses bimbingan ibadah Haji dan Umroh (RR02)


Dekan FIDKOM : Praktikum Ibadah dan Tilawah Tingkatkan Akhlak Mahasiswa

.

Kamis (20/12/2018), Pelaksanaan praktikum Ibadah dan Tilawah bagi mahasiswa di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi…

Kajur MD Ikuti Dialog Pengurus PB FKAPHI

.

Sabtu (23/05/2020). Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia Indonesia menyelenggarakan kegiatan kajian persiapan penyelenggaraan…

HMJ Manajemen Dakwah

.

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan/atau Himpunan Mahasiswa Program Studi (HM-PS)

Lembaga ini merupakan lembaga…

Prodi MD Targetkan Peningkatan HKI

.

Selasa (14/4/2020) Dalam kerangka peningkatan Indeks Kinerja Utama (IKU), Program Studi Manajemen Dakwah menargetkan peningkatan…

Kunjungan Hari Ini: 1.021
Kunjungan Kemarin: 1.490
Total Kunjungan: 10.201