Fakultas Dakwah dan Komunikasi Sukses Menyelenggarakan Diskusi dan Bedah Buku

Rabu (23/03) Fakultas Dakwah dan Komunikasi telah menyelenggarakan Diskusi dan Bedah Buku dengan tema Rekonstruksi Paradigma Baru Dakwah di Era Digital membahas buku Dr. A.Ilyas Ismail, MA yang berjudul Menggagas Paradigma Baru Dakwah. Diskusi tersebut juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Dr. H. Ahmad Sarbini, MA.g, Wakil Dekan II sekaligus Guru Besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi Prof. Dr. KH. Dindin Solahuddin MA. Ketua Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Dr. H. Aang Ridwan, M.A.g serta Dr. Aep Wahyudin M.Ag, M.Ikom sebagai moderator pada acara webinar tersebut. Diskusi yang dilaksanakan melalui daring tersebut berhasil menarik 200 lebih penonton yang haus akan terobosan terbaru pada keilmuan dakwah.

Berdakwah di era digital saat ini sangat membantu para da’I dalam hal menyampaikan pesan (massage) kepada (madh’u) atau penerima nya. Akan tetapi apakah pesan tersebut akan mudah di terima oleh (madh’u) masyarakat? Maka dari itu diskusi dan beda buku ini membahas hal demikian. Pemateri dan pembanding menyajikan materi secara baik dan sempurna sehingga acara diskusi dan bedah buku kemarin berjalan dengan lancar dan khidmat.

Pemateri pertama Dr. A.Ilyas Ismail, mengemas materi dengan baik dan pemaparannya juga mudah dipahami oleh penonton via daring. Ilyas membahas pergeseran konsep-konsep dasar dakwah, pergeseran konten dan pesan dakwah (Misi Profetik dan Islam Rahmatan li al’Alamin) seperti dari religiusitas ke spiritualitas, dari ritual ke moralitas, Ilyas juga menyebutkan pemanfatan teknologi informasi untuk kesuksesan dakwah menjadi hal penting dalam kegiatan dakwah di era digital seperti sekarang ini. Karena pandemic menuntut masyarakat untuk bisa menjadikan teknologi sebagai teman di kehidupan sehari-hari.

Pernyataan Ilyas juga ditambahkan oleh Prof. Dindin Solahudin, “Penjabaran dalam Tulisan yang sudah menjadi buku ini sepertinya Ilyas sedikit melupakan peran madh’u atau penerima pesan”. Ujar Prof. Dindin pada Seminar hari Rabu lalu. Menurut beliau peran madh’u jangan pernah ditinggalkan dalam kegiatan berdakwah, karena sukses atau tidaknya dakwah tergantung bagaimana madh’u atau penerima pesan mampu mencerna, memahami dan yang lebih penting apakah ada sebuah perubahan pada diri madh’u.

Masing-masing pemateri mampu memberikan penyegaran baru akan keilmuan dakwah sesuai dengan bidangnya. Karena dakwah saat ini penting untuk dihadirkan Kembali dengan penyegaran baru yang disesuaikan dengan al-Qur’an dan Hadis. Sehingga pada webinar kemarin membuat banyak penonton yang antusias mengajukan pertanyaan atas kegelisahan mereka dan tentunya semua itu dapat dijawab dan penonton via daring mendapatkan informasi terbaru seputar keilmuan dakwah dan komunikasi. (ZS)


Berdakwah Melalui Literasi

.

Bandung, (02/05/2019). Mata kuliah di Manajemen Dakwah tentunya beragam, termasuk di dalamnya ada mata kuliah metodelogi…

DPP PAMDI Menyelenggarakan Simposium Nasional Dinamika Dakwah di Indonesia

.

Simposium Nasional Dakwah dan Tantangan Dunia Baru yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN…

Kajur MD Terima Kunjungan Ombudsman RI

.

Kamis (27/08/2020), Ketua Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati menerima kunjungan…

Dekan : Kalian Tepat Masuk di FDK

.

Kamis (29/8/2019) Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang harus diikuti…

Kunjungan Hari Ini: 1.021
Kunjungan Kemarin: 1.490
Total Kunjungan: 10.201